Resmikan Jembatan Sei Kasungai, Bupati Ingatkan Peranan Warga Dalam Perawatan
Resmikan Jembatan Sei Kasungai, Bupati Ingatkan Peranan Warga Dalam Perawatan
TANA PASER- Bupati Paser dr. Fahmi Fadli bersama Wakil Bupati Paser H. Ikhwan Antasari secara langsung meresmikan pembangunan jembatan Sei Kasungai yang berada di Desa Rantau Buta Kecamatan Batu Sopang. Senin (1/6).
Jembatan Sei Kasungai merupakan akses utama masyarakat di Desa Rantau Buta dan Desa Rantau Layung Kecamatan Batu Sopang. Sebelumnya warga hanya mengakses sebuah jembatan gantung dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Paser melakukan pembangunan jembatan permanen dengan panjang 80 meter dan lebar 6 meter.
Pada peresmian tersebut Bupati Paser dr. Fahni Fadli menekankan agar masyarakat selaku pengguna utama jembatan tersebut. Dapat turut serta menjaga dan merawat kondisi jembatan.
"Kami ingatkan pada masyarakat bahwa jembatan ini dibangun untuk mendukung aktivitas masyarakat, untuk itu, masyarakat juga memiliki peranan dalam menjaga dan merawat jembatan sebagai Infrastruktur Fasilitas umum," kata Bupati Paser dr. Fahmi Fadli.

Jembatan tersebut tentu akan berdampak pada terbukanya akses mobilitas warga dengan lebih cepat dan aman, memperlancar distribusi barang dan jasa, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda perekonomian lokal, mempermudah akses ke fasilitas publik seperti sekolah, pasar, dan layanan kesehatan dengan waktu tempuh yang lebih singkat, serta mempermudah bagi kami untuk melaksanakan program pembangunan lainnya.
"Berbagai pertumbuhan di Desa akan terdampak dari jembatan ini, terutama pada aktivitas perekonomian masyarakat, pelayanan serta pendidikan, dimana semua itu akan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa. Perhatian Pemerintah Kabupaten Paser tidak hanya terfokus pada pembangunan jembatan saja. Namun, pembangunan infrastruktur ruas Jalan Sungai Terik - Rantau Buta - Rantau Layung. Yang masuk dalam perencanaan pembangunan multiyears.
"Khususnya untuk segmen Sungai Terik - Rantau Buta rencana penanganan sepanjang 2,7 kilo meter. Ruas jalan ini menjadi 1 dari 8 prioritas ruas jalan yang mendesak untuk ditangani." ungkapnya..
Sementara itu, Kepala Desa Rantau Buta Rofi'iyadi. Menyampaikan rasa syukur serta terima kasih pada Pemerintah Kabupaten Paser yang telah melaksanakan pembangunan jembatan tersebut.
"Setiap Tahun kami mengusulkan pembangunan jembatan ini, tentu kami sangat terbantu dengan apa yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Paser saat ini," ucap Rafi'iyadi.
Meskipun pembangunan jembatan sudah dilaksanakan, namun kondisi infrastruktur jalan masih memprihatinkan, untuk itu ia selaku Kepala Desa juga sampaikan permohonan pembangunan infrastruktur jalan sebagai akses utama menuju Desa Rantau Buta dan Desa Rantau Layung.
"Kami sudah sampaikan kondisi jalan ini juga perlu mendapat sentuhan pembangunan Pemerintah Kabupaten Paser," pungkasnya. ( Prokopim)

