layanan@paserkab.go.id +6200000000000

Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Ramadan, Paser, PPU dan Balikpapan Jalin Sinergi Strategis

  • Prokopim
  • Disukai 0
  • Dibaca 3 Kali
Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Ramadan, Paser, PPU dan Balikpapan Jalin Sinergi Strategis

BALIKPAPAN – Menjelang masuknya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kota Balikpapan sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan mengendalikan inflasi di wilayah masing-masing. Komitmen ini ditegaskan dalam acara High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan,Rabu (18/2/2026).                                           Dalam sambutannya, Wakil Bupati Paser, H. Ikhwan Antasari, S.Sos., menekankan pentingnya menyatukan langkah untuk mengantisipasi gejolak harga menjelang hari besar keagamaan. Kabupaten Paser sendiri membawa keberhasilan program unggulan "Paser BERAKSI" (Beternak Ayam atasi gejolak Inflasi) sebagai model percontohan nasional dalam kemandirian pangan, khususnya komoditas telur ayam ras. 
Dalam pertemuan tersebut, ditekankan bahwa sinergi antar-daerah merupakan kunci untuk menghindari ketergantungan pada pasokan luar wilayah yang jauh.
Wabup Ikhwan  menyampaikan perlunya mitigasi terkait program Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) agar kebutuhan pangan untuk program nasional tersebut dapat terpenuhi dari sumber lokal tanpa mengganggu stok maupun stabilitas harga bagi masyarakat umum, "Kita harus memastikan kebutuhan bahan pangan untuk SPPG terpenuhi tanpa mengganggu stok konsumsi masyarakat. Kolaborasi dengan masyarakat dan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk menyediakan bahan pangan lokal ini," terangnya. 
Senada dengan hal tersebut, Walikota Balikpapan menyampaikan bahwa ketergantungan pada impor bahan pangan yang terlalu tinggi akan membebani masyarakat. Mengingat aktivitas ekonomi di Balikpapan yang sangat tinggi, sinergi dengan wilayah penyangga seperti Paser dan PPU menjadi sangat krusial agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi tetap terkendali.
Kabupaten PPU sebagai penyangga IKN memiliki peran yang penting untuk ketersediaan pangan. Mengingat PPU memiliki lahan subur sebagai pemasok beras dan cabai. 
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, juga turut memberikan perhatian pada penguatan kolaborasi ketahanan pangan regional ini. Bank Indonesia berperan aktif dalam mendukung kapasitas anggota TPID melalui pelatihan dan koordinasi intensif guna memastikan instrumen pengendalian inflasi berjalan responsif terhadap perubahan pasar.
19 Program Aksi Kabupaten Paser
Sebagai langkah konkret di tahun 2026, Pemkab Paser telah menyiapkan 19 agenda strategis di antaranya, operasi Pasar Murah dengan target 115 agenda di berbagai lokasi untuk komoditas strategis dan LPG 3 kg, optimalisasi budidaya ayam close house (45.000 ekor) dan bantuan ternak sapi serta unggas kepada kelompok tani, perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan serta subsidi ongkos angkut untuk menekan biaya logistik pangan, dan sidak pasar dan monitoring stok di gudang distributor minimal dua kali selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri untuk mencegah penimbunan. 
Kegiatan HLM ini diharapkan menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat melalui harga pangan yang stabil dan terjangkau. Kemudian diakhir kegiatan, dilakukan penandatanganan kesepakatan antara Pemerintah Kota Balikpapan, Kabupaten Paser dan Kabupaten PPU dengan Bank Indonesia. (Prokopim)


112 Kabupaten Paser