Pemkab Paser Gelar Rakor TPID Bersama BI Balikpapan Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG
Pemkab Paser Gelar Rakor TPID Bersama BI Balikpapan Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG
TANA PASER – Dalam rangka mendukung peningkatan produksi komoditas, penguatan ketahanan pangan, pengendalian inflasi, serta mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kabupaten Paser melaksanakan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan. Kegiatan berlangsung di Ruang Sadurengas, Kantor Bupati Paser, Senin (9/2/2026).

Rapat dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kabupaten Paser, Adi Maulana, S.Sos., M.Si, dan dihadiri Deputi Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan Umran Usman beserta jajaran, Kepala Bagian Perekonomian Setda Paser Paulus Margita, serta perwakilan perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Asisten Ekbang Adi Maulana menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara ketersediaan bahan pangan dan stabilitas harga, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang biasanya diikuti dengan peningkatan permintaan masyarakat.
“TPID memiliki peran strategis dalam memonitor dan menganalisis pergerakan harga serta mengambil langkah-langkah preventif dan korektif guna mengendalikan inflasi daerah,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, dibahas perumusan langkah-langkah strategis pengendalian harga, jaminan ketersediaan stok komoditas pangan, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan roadmap TPID Kabupaten Paser Tahun 2025–2027 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Asisten Ekbang Adi Maulana juga menyampaikan bahwa Kabupaten Paser memiliki kontribusi di sektor peternakan, khususnya ayam petelur, yang telah dipasarkan ke berbagai daerah. Selain itu, Kabupaten Paser menjadi salah satu dari enam kabupaten/kota di Indonesia yang terpilih sebagai lokasi pengembangan industrialisasi ayam petelur dan pedaging terintegrasi yang dikelola oleh Dirgantara Kalimantan Timur.
" Melalui rapat ini, kami berharap penguatan rantai pasok pangan, peningkatan produktifitas lokal, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, inflasi di Kabupaten Paser dapat dikendalikan secara lebih efektif " tegasnya.

Menutup sambutannya, Adi Maulana menekankan pentingnya sinergi seluruh agenda TPID dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejalan dengan upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, yang didukung oleh Koperasi Merah Putih, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pelaku usaha lokal sebagai penguat rantai pasok daerah. (Prokopim)

