Juara 1, Desa Padang Jaya Harus Jadi Pilot Project
Juara 1, Desa Padang Jaya Harus Jadi Pilot Project
BOYOLALI - Desa Padang Jaya secara resmi mewakili Kecamatan kuaro dalam ajang Lomba desa tingkat Nasional mewakili Regional III Tahun 2025 dengan mengusung tema Desa dan Kelurahan Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas dan berhasil meraih juara 1. Dengan mengikuti lomba tersebut Desa Padang Jaya dapat menunjukkan inovasi unggulan dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat akar rumput.
Melalui inovasinya yaitu optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan rumah (perkarangan lestari) hampir setiap rumah warga kini memiliki "apotek hidup" dan warung hidup yang memanfaatkan lahan yg ada baik secara kebun dawis maupun menanam di polibeg.
“Partisipasi dalam lomba ini bukan sekadar mengejar juara, Lebih dari itu, momentum ini dijadikan sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya roda pemerintahan desa selama 7 (tujuh) tahun dan bentuk partisipasi serta apresiasi kerja keras masyarakat,” kata Dzikri Kepala Desa Padang Jaya.
Lomba ini adalah potret nyata dari apa yang telah dikerjakan selama 7 tahun terakhir. Terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus evaluasi melalui instrumen lomba desa ini: Tata Kelola Pemerintahan: Digitalisasi data desa dan transparansi anggaran. Pemberdayaan Masyarakat: Sejauh mana inovasi desa mampu mendongkrak ekonomi warga. Kewilayahan: Ketertiban, keamanan, dan kelestarian lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Motivasi mengikuti lomba desa ini yang pertama sebagai sarana untuk memperbaiki dan menjadi lebih baik lagi, ingin membawa nama baik Padang Jaya dengan segala inovasi dan keunggulannya,” terang Ketua Tim Penggerak PKK Desa Padang Jaya.

Dengan berhasilnya Desa Padang Jaya meraih juara 1 dapat menjadi pilot project bagi desa-desa lain dalam menghadapi tantangan krisis pangan global. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi modal utama dalam menciptakan desa yang tangguh dan berdaya saing. (Prokopim)


