layanan@paserkab.go.id +6200000000000

HLM RIRU Kaltim 2026, Paser Paparkan Tantangan dan Dorong Percepatan Investasi

  • Prokopim
  • Disukai 0
  • Dibaca 25 Kali

SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Paser mendorong percepatan investasi melalui penguatan tata ruang, kemudahan perizinan, dan penyiapan proyek investasi yang siap ditawarkan kepada investor.

Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Paser, Adi Maulana, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala DPMPTSP Paser Toto Ifrianto, saat menghadiri High Level Meeting Regional Investor Relations Unit (HLM RIRU) Kaltim 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (16/9/2026).

Dalam sambutannya, Wagub Seno Aji mengatakan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang strategis untuk meningkatkan investasi di Kalimantan Timur. Untuk itu, Pemerintah Daerah diminta memperkuat sinergi serta menyiapkan kebutuhan investasi, khususnya tata ruang, ketersediaan lahan dan perizinan.

Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian RTRW dan RDTR serta penguatan Investment Project Ready to Offer (IPRO), sehingga potensi daerah dapat ditawarkan secara lebih konkret kepada investor.

“Yang penting adalah kompak, bergerak, dan berdampak kepada masyarakat,” ujar Wagub Seno Aji.

Sementara itu, Asisten Ekbang Adi Maulana menyampaikan investasi menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong transformasi ekonomi daerah, meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal.

Ia mengungkapkan, realisasi investasi Kabupaten Paser pada 2025 mencapai Rp2,76 triliun dari target Rp5 triliun. Sementara semester I 2026, realisasi investasi tercatat Rp739,93 miliar dari target Rp5,4 triliun.


Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi adalah regulasi dan keterbatasan kewenangan pemerintah kabupaten dalam penerbitan perizinan. Pemerintah daerah di tingkat kabupaten dalam sejumlah proses hanya memiliki kewenangan memberikan rekomendasi.

Kondisi tersebut, lanjut Asisten Ekbang Asi turut berdampak pada pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), sehingga terdapat investasi yang telah berjalan namun belum seluruhnya tercatat dalam data realisasi investasi daerah.

Selain regulasi, Paser juga masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur pendukung, seperti kawasan industri, pelabuhan dan akses transportasi. Namun demikian, Asisten Ekbang Adi Maulana menilai potensi sumber daya yang menarik tetap dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk membangun infrastruktur pendukung.

Paser sendiri memiliki sejumlah potensi investasi, antara lain pengelolaan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif bagi industri semen, sektor perkebunan kelapa sawit, serta berbagai proyek investasi yang tengah disiapkan melalui IPRO.

“Kami berharap dukungan pemerintah pusat dan provinsi, terutama dalam percepatan kawasan industri, penyelesaian RDTR yang terintegrasi dengan OSS-RBA, serta harmonisasi kewenangan perizinan,” kata Asisten Ekbang.

Ia menambahkan, Pemkab Paser juga terus membangun komunikasi dengan dunia usaha, termasuk HIPMI dan Kadin, untuk mendorong masuknya investasi dan pengembangan sektor riil di Kabupaten Paser.

Kegiatan HLM RIRU Kaltim 2026 ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama implementasi Road Map Investasi RIRU Kaltim 2026 dan foto bersama..

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, jajaran Pemprov Kaltim, Kepala Perwakilan BI Kaltim, serta para bupati dan wali kota se-Kalimantan Timur. (Prokopim)


112 Kabupaten Paser

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *