layanan@paserkab.go.id +6200000000000

Bupati Ingin Penyebab Kebakaran Hutan Dilakukan Investigasi

  • Prokopim
  • Disukai 0
  • Dibaca 21 Kali

TANA PASER – Bupati Paser dr. Fahmi Fadli meminta setiap kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Paser tidak hanya ditangani melalui pemadaman, tetapi juga ditindaklanjuti dengan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran.
Hal tersebut disampaikan Bupati Paser saat menerima audiensi Tim Penyuluh dan Pengawas Bencana Karhutla Mabes TNI yang dipimpin Brigjen TNI Joko Steyo Putro, Staf Khusus Kasad, di Ruang VIP Kantor Bupati Paser, Senin (7/9/2026).
dr. Fahmi Fadli mengatakan, Pemerintah Kabupaten Paser berkomitmen memberikan respons cepat setiap kali menerima laporan kebakaran. Namun, menurutnya, setiap kejadian perlu ditelusuri agar penyebab munculnya titik api dapat diketahui secara jelas.
“Kalau ada laporan kebakaran, tugas kami adalah memberikan respons cepat. Tetapi saya juga mohon penyebab kebakaran ini dilakukan investigasi. Karena rasanya aneh apabila muncul api di tengah-tengah hutan,” ujar Bupati Fahmi.

Ia juga menyoroti adanya titik api yang terdeteksi melalui satelit. Menurutnya, informasi tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya serta mengetahui sumber dan penyebab kebakaran.
Selain upaya pemadaman dan investigasi, Bupati Paser menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan maupun lahan.
“Saya juga mengharapkan adanya tindakan tegas untuk memberikan efek jera terhadap pelaku pembakaran lahan. Undang-undang terkait pembakaran lahan juga sudah disosialisasikan,” tegasnya.
Menurut Bupati Paser, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga TNI, Polri serta masyarakat. Koordinasi dan pengawasan di lapangan dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan memastikan setiap laporan sesuai dengan kondisi faktual.
Ia juga menyebutkan adanya laporan kejadian kebakaran yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Karena itu, verifikasi dan investigasi menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla.

“Karena ada beberapa laporan kebakaran hutan dan lahan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan, tentunya ini menjadi masukan bagi kami untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan koordinasi,” katanya.
Bupati berharap langkah penanganan yang cepat, disertai investigasi dan penegakan hukum, dapat mencegah terjadinya pembakaran hutan dan lahan secara berulang serta memberikan efek jera kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.(Prokopim)


112 Kabupaten Paser

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *